Berpengetahuan Namun Tidak Berarti Melakukan

Pelatihan pelayanan pelanggan atau customer service yang berbeda, di rancang oleh master trainer soft skill level nasional, program di customized sesuai kondisi dan tantangan dalam perusahaan dan di kemas dengan teknologi Mindpower, hubungi 08111913355, 081514894676.

Dalam pelatihan pelayanan pelanggan atau customer Service yang kami lakukan program di customized agar mengakomodasi berbagai kemampuan soft skill yang dibutuhkan.

Jadi tidak hanya sebatas menyampaikan konsep pelayanan pelanggan seperti pada umumnya, namun pada pelatihan customer service ini penting untuk diperhatikan dan di prioritaskan perilaku apa yang hendak di bangun agar mampu memberi pelayanan yang paripurna

Artikel dibawah ini pada dasarnya ingin menggambarkan betapa banyak orang mengumpulkan pengetahuan sejalan dengan kemajuan teknologi namun belum tentu melakukan pengetahun yang di milikinya, pada pelatihan pelayanan pelanggan atau customer service ini kami awali dengan pembentukan mind set pelayanan sebagai basic attitude sebelum di tambah dengan kemampuan soft kill lainnya :

pelatihan-pelayanan-pelanggan

 

Berpengetahuan Namun Tidak Berarti Melakukan

Ambilah contoh Pelayanan pelanggan atau customer service excellence yang sudah tak asing lagi di telinga, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang bersentuhan dengan masyarakat.  Bahkan, setelah bertahun-tahun merasakan pelayanan asal-asalan dari kantor-kantor pemerintah, kini terpampang jelas kata “pelayanan pelanggan” dengan huruf kapital di lobby kantor pajak, imigrasi, kelurahan, kecamatan, kantor polisi, dan kantor pelayanan kesehatan.

Persoalannya, apakah customer service ini hanyalah sebatas jargon, atau sudah menjadi keseharian dari pelaku pelayanan publik? Inilah yang menjadi tantangan bagaimana mengubah pengetahuan tentang pelayanan prima menjadi perilaku yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

Maklum saja, banyak orang yang masih belum mengimplementasikan sesuatu yang diketahuinya. Terkadang pengetahuan yang dipunya hanya untuk modal berdiskusi dan beragumentasi supaya terlihat pandai di mata orang lain.

Banyak contohnya. Orang tidak perlu sekolah sampai tingkat doktoral untuk mengetahui bahwa salah satu jalan menuju sehat adalah dengan rutin berolah raga. Meski banyak orang mafhum, faktanya tempat-tempat olahraga jumlahnya tidak sebanyak restoran junk food.

Begitu juga dengan “sedekah itu perbuatan baik, berbagi rejeki kepada sesama”, bahaya merokok, menjaga integritas, menolak gratifikasi, menghargai pendapat orang lain. Semua adalah bentuk pengetahuan yang banyak orang sudah paham, baik diajarkan, dipromosikan, disosialisasikan atau mencarinya lewat buku dan internet namun faktanya tidak otomatis orang melakukan apa yang di ketahuinya.

Pelayanan pelanggan

Apa yang terbersit dibenak kita bila mendengar kata pelayanan pelanggan atau customer service excellence? Menurut Robert Johnston, pelayanan prima adalah;

“Suatu kegiatan pelayanan prima kepada pelanggan, baik eksternal maupun internal, sehingga semua kebutuhan dan keinginannya dapat kita penuhi sesuai standar yang berlaku.”

Apapun difinisinya, konsep pelayanan prima merupakan sekumpulan aktifitas yang ditujukan kepada pelanggan, baik end customer ataupun next process, sehingga masuk ke dalam mata rantai business process.

Seringkali konsep pelayanan pelanggan lebih dititik beratkan pada pelanggan external atau end user. Di berbagai pelatihan atau workshop lebih banyak menekankan pembangunan citra dimata pelanggan external.

Sejatinya konsep pelayanan pelanggan bukan hanya berhenti pada pelayanan kepada end user, namun lebih kepada budaya pelayanan. Artinya, pelayanan prima yang berkualitas terhadap end user adalah konsekuensi logis dari proses pelayanan berkualitas yang ada di semua fungsi internal. Setiap orang, setiap fungsi, atau setiap bagian dari organisasi berperan dalam mata rantai proses pelayanan ini.

Fakta empirik sering berkata lain. Karyawan di meja terdepan diminta untuk memberikan pelayanan prima kepada end user atau customer external. Namun di bagian belakang layanan tersebut tidak sama dirasakan pelanggan.

Tak pelak terjadilah ketimpangan pelayanan internal. Persoalan muncul diantaranya kurang koordinasi, saling menunggu, bersikap pasif, masa bodoh, kurang komunikasi, dan tidak memiliki semangat yang sama untuk memberikan pelayanan publik.

Kondisi seperti inilah yang membuat arti pelayanan pelanggan hanya sebagai jargon yang indah terpampang di dinding. Rajin didengungkan, diseminarkan, namun hasilnya hanya sebatas pengetahuan saja.

Membangun budaya pelayanan membutuhkan komitmen tinggi dari unsur pucuk pimpinan atau top management yang diduplikasikan dengan sistem tertentu hingga kelevel terbawah. Diperlukan berbagai sistem untuk memastikan perilaku pelayanan prima ini diulang, dijaga dan dipertahankan.

Perusahaan harus sering-sering melakukan survei feedback konsumen berkala terhadap kepuasan pelayanan internal. Karyawan yang telah memberikan pelayanan prima terhadap konsumen mesti diberi penghargaan.

Lantas darimana memulai semua itu? Jawaban tersingkat adalah mindset. Bila mindset pelaku pelayan publik sudah benar, maka otomatis perilaku pelayanan prima muncul dengan sendirinya. Dengan kata lain, perilaku itu diawali dengan pembentukan mindset yang sesuai.

Tidak mudah memang untuk membangun atau membentuk mindset dengan cara-cara konvensional. Jika masih menggunakan metode zaman dulu, bukan tidak mungkin masyarakat kantor-kantor pemerintahan akan kembali ke masa-masa suram.

3 KeySekarang ini sudah banyak teknologi untuk mengakselerasi perubahan mindset seperti Neuro Linguistic Programming atau komunikasi dengan teknologi waking hypnosis
dan bahkan bisa dilakukan pengukuran Mindset sehingga kita dapat mengetahui gap antara mindset yang diinginkan dengan kondisi saat ini. Semuanya bermula pada awareness para professional untuk mau menguasai dan menyeimbangkan kompetensi teknis dan Softskill, tanpa soft skill ibarat mesin tanpa pelumas, indikatornya bila sering mengalami masalah dalam bekerja, jangan-jangan perlu menambah pelumas, yaitu kompetensi softskill…

 

Selain Pelatihan pelayanan pelanggan atau Customer Service kami juga menyediakan berbagai modul soft skill lainnya seperti :

Training soft skill, Training kepemimpinan, Pelatihan Communication Skill, Pelatihan komunikasi Asertif, Pelatihan Presentation Skill, Pelatihan customer Service, Pelatihan entrepreneur, Pelatihan pelayanan pelanggan, Pelatihan Public Speaking, Pelatihan TOT, Pelatihan masa persiapan pensiun, Pelatihan Interpersonal Skill, Pelatihan kepemimpinan.