5 tips membuat paket outbound yang tidak mainstream

Bila perusahaan menginginkan kegiatan outbound yang tidak hanya sekedar fun games, pilihlah secara cermat paket outbound yang kreatif mengemas konten menjadi kegiatan pelatihan dengan nuansa berbeda.

Pada dasarnya semua paket outbound selalu menawaran harapan mampu menjadi solusi atas tantangan yang dihadapi perusahaan, seperti misalnya komposisi karyawan baru dan lama sehingga sukar melarut sebagai tim kerja yang padu.

Banyak juga perusahaan yang menghadapi situasi dimana para karyawan senior harus berhadapan dengan karyawan baru yang merupakan generasi milenial, gap generasi ini menimbulkan masalah tidak mulusnya komunikasi antar karyawan dan cenderung terjadi silo diantara mereka.

Issue disiplin kerja atau kurang ada semangat korsa sehingga membuat tim kerja menjadi tidak produktif dan cenderung saling menyalahkan, yang pada akhirnya menimbulkan penurunan produktifitas sementara target terus bergerak naik.

Ada juga perusahaan yang sudah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi terhadap nilai-nilai perusahaan namun pada kenyataannya hanya menjadi jargon dan hafalan semata tanpa penerapan perilaku seperti yang diharapkan

Karyawan membutuhkan selingan setelah sibuk bekerja mencapai target sehingga butuh refreshing sembari membangun semangat baru, kekompakan dan motivasi, alasan inilah yang kemudian mendasari dibutuhkannya kegiatan outbound, beberapa kasus diatas hanyalah contoh masalah saja.

 

Berikut ini ada beberapa pendekatan yang dapat anda lakukan untuk menjawab tantangan tersebut :

  1. Tips pertama menghadapi issue karyawan baru vs lama, jawabannya bukan dengan kegiatan outbound, biasanya paket outbound yang di tawarkan akan mengemas games yang bisa membangun kerjasama, kekompakan dan komunikasi, masalah nya bukan disitu, namun pada bangunan identitas perusahaan yang lemah sehingga seharusnya apapun latar belakangnya ketika masuk dalam satu rumah harus ada perekat kebhinekaan, hal ini dapat digali dalam strategic direction sebuah perusahaan.
  2. Tips kedua menghadapi issue silo antar departemen atau gap generasi, juga bukan dengan kegiatan outbound yang konon dengan games bisa menjadi solusi untuk membangun kekompakan dan terjalin komunikasi yang mulus, harus dipikirkan akar masalahnya yang biasanya terletak pada lemahnya kemampuan “collaborative leadership” dan pemahaman business proses antar bagian dan ketidak jelasan “RACI” dalam prosesnya.
  3. Tips ketiga untuk meningkatkan disiplin dan semangat korsa, jelas kegiatan outbound bukan solusinya bahkan dengan Paket outbound yang sering di sebut “semi militer”, pendekatan ini hanya bagus bila konteksnya sama yaitu situasi hidup dan mati dan satu jalur komando atau struktur yang organisasi yang bersifat sentral, alternatif solusi lain yang bisa dipertimbangkan adalah dengan program untuk mengubah mindset melalui pembentukan believe dan values yang selaras dengan arah strategi perusahaan jadi tidak harus dengan pendekatan yang bersifat pressure karena konteksnya adalah organisasi sipil yang diperlukan adalah pendekatan yang bersifat soft-skill.
  4. Tips ke empat mengatasi nilai-nilai perusahaan yang hanya menjadi sekedar hafalan, banyak provider menawarkan paket outbound dengan games yang mencerminkan item core values dan berharap peserta paham dan mampu mengubah perilaku, ini euphoria yang dibungkus secara logis, padahal yang terjadi adalah core values hanya sampai pada tahap pengetahuan bukan penerimaan sehingga solusinya adalah meng”install” core values ini hingga masuk ke bawah sadar.
  5. Tips ke lima mencari kegiatan selingan untuk refreshing, bila untuk komunitas silahkan mainkan outbound namun untuk perusahaan apapun paket outbound yang ditawarkan harus memberi nilai tambah, refresh namun tetap dalam konteks membangun kompetensi baru solusi lainnya adalah dengan menancapkan “inner motive” pada diri karyawan melalui tujuan yang membangkitkan purpose.

 

Apapun masalah yang dihadapi ujungnya adalah perubahan perilaku yang di harapkan selaras dengan tujuan perusahaan, mengubah perilaku tidak hanya dengan paket outbound yang mainstream, outbound bisa menjadi salah satu tools untuk melakukan perubahan bila mampu mengubah mindset atau menghancurkan hambatan mental dalam diri seseorang.

Merancang kegiatan outbound tidak hanya bisa dilakukan oleh pemandu games yang karena sudah biasa membawakan games kemudian berubah menjadi konsultan dengan pemahaman yang terbatas atas dinamika korporasi yang sangat kompleks, bila perusahaan menginginkan perubahan dan “spend worth of money” rancanglah program seperti melakukan training dan kombinasikan dengan kegiatan outbound sebagai sarana untuk mempraktekan materi yang diberikan tentu semua dalam suasana fun namun memberdayakan.

Kegiatan outbound saat ini sudah mengalami devaluasi karena tidak memberi impact, kalaupun ada impact itupun hanya sesaat yaitu pada saat kegiatan, setelah kembali dalam kehidupan kerja sehari-hari “business as usual”, kalaupun outbound ingin dijadikan tools pengembangan perlakukanlah itu dalam kerangka berpikir membangun kompetensi yang selaras dengan tujuan perusahaan.